Puisiyang dibacakan penuh dengan penghayatan ini berjudul zaman terkutuk. Santri zaman now menolak lupa. Santri zaman now itu santri yang tidak hanya bisa membaca kitab kuning atau alquran. Tetapi, seiring berkembangnya zaman, penggemar puisi . Engkau berjasa bagiku tak kenal. Santri zaman now tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan. Ilustrasigambar santri | instagram/@kemenag_ri. Wahai kau santri yang saleh. Dipagi kabut yang bermandikan embun. Peci dan sarung sigap tlah kau toreh. Sajadah terbentang rapi tersusun. Wahai kau santri yang kuat. Ayah Ibumu rela melepasmu. Kedua tangahnya selalu tengadah bermunajat. Sarungpun berkibar sebagai metafora identitas dan perjuangan demi Tanah Air. Santri-santri berdoa dan bergerak, menunaikan tugas suci melawan kolonialisme-imperialisme. Dalampandangan kaum santri, salah satu membangun cinta yang ideal sebelum nikah adalah dengan cara diam. Sebagaimana quote yang tertulis dalam foto yang diunggah oleh akun santriputri.xxxx; "begitu pula manusia, terkadang mencintai dalam diam".Pandangan ini merupakan tafsir terhadap bait Alfiyah nomor 229, yang menjelaskan tentang kedudukan fa'il tatkala fi'il -nya disimpan. NasionalismeSantri Milenial. Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober, jubelan santri mengikuti Grebeg Santri di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (13/10/2019). Grebeg tersebut dimaksudkan untuk mensyukuri rahmat Tuhan YME dengan mengekspresikan kecintaan para santri terhadap NKRI. Masing-masing delegasi santri dari Dihadapan ratusan para santri dan tamu undangan, mereka bergantian membaca puisi, menyampaikan pesan tentang "Pesantren Tanpa Tanda Titik." Berikut puisi "Pesantrenku" yang dibacakan Kamaruddin Amin : PESANTREN KU. Pesantren, tugasmu belum usai, Dari rahimmu lahir pencerah-pencerah negeri, Dari dirimu terpancar sinar-sinar Ilahi, 3A6TreS. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Anak muda saat ini adalah seorang pemimpin di masa depan. Begitulah harapan semua orang guna menjadikan bangsa dan tanah air ini menjadi lebih maju dan sejahtera. Tidak mungkin bangsa akan selalu dipimpin oleh orang-orang yang hidup di masa ini untuk memakmurkan bangsa di masa depan, karena semua akan binasa, semua akan butuh regenerasi. Maka dari situlah, pentingnya peran anak muda untuk bangsa adalah anak muda yang mempunyai kesempatan besar untuk mempimpin bangsa ini. Karena dalam diri seorang santri terdapat jiwa-jiwa kepemimpinan yang tengah dibutuhkan bangsa kita sekarang. Santri mempunyai karakter seorang pemimpin sebagaimana pemimpin umat Islam pada masa kejayaan Islam kaum santri dan pondok pesantren selalu hadir disetiap langkah kebangsaan dan pembangunan bangsa. Hal itu dilakukan sejak era pergerakan, kemerdekaan hingga sampai era milenial seperti saat sekarang dan diharapkan pula santri dapat menyongsong bangsa ini menuju Indonesia Emas. Hal tersebut baru diakui oleh semua orang karena dibentuknya Kepres RI Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Hari Santri oleh Bapak Jokowi. Yang mana hal tersebut merupakan sebuah apresiasi terhadap pentingnya peran santri pada bangsa. Santri saat ini mempunyai tugas yang sangat berat untuk melawan pelbagai masalah yang ada di negeri kita saat ini. Makin majunya tehnologi dan informasi, peran anak muda bukan hanya bersorak dan mengkibarkan bendera kebenaran mencari keadilan. Namun mereka harus bisa memperbaiki degradasi moral yang tengah terjadi di era milenial sekarang. Pemimpin bangsa kita bukan hanya pemimpin yang sekolah tinggi, mempunyai nasab raja atau pun seorang tokoh masyarakat. Namun bangsa kita membutuhkan pemimpin yang mampu mengorientasikan pendidikan berkarakter dan masyarakat yang ber-akhalaqul santri di negeri ini adalah pertanda baik, karena kriteria pemimpin yang dibutuhkan negeri kita saat ini tengah bereksistensi dalam diri santri. Banyak contoh pemimpin negeri kita yang terlahir dari seorang santri seperti Emil Dardak, Imam Nahrawi, Hanif Dakhiri bahkan menjadi presiden seperti halnya Gus Dur. Hal tersebut menjadi bukti bahwa santri pun bisa menjadi pemimpin dalam kancah zaman pergerakan, tugas santri adalah secara fisik melawan kolonialisme. Di masa itu santri tampil heroik melawan para penjajah. Tapi bukan berarti di masa milenial ini santri tidak bisa tampil heroik. Justru saat ini adalah kesempatan santri untuk menjadi pemimpin sekaligus pahlawan untuk melawan degradasi moral dan miss dulu musuh menyerang dengan mengangkat senjata, kini musuh menyerang melalui tehnologi. Maka dari itu, untuk andil melawan musuh, saat ini santri harus meningkatkan pengetahuan umum dan cerdik dalam bidang tehnologi dan informasi. Karena dengan maraknya hoax yang melanda membuat bangsa kita salah persepsi dan menjadikan moral yang terdegradasi. Di tahun 2021 pengguna internet di Indonesia meningkat drastis 11% dari tahun 2020, yakni dari 175,4 juta menjadi 202,6 juta pengguna. Peningkatan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman beraktivitas di ruang digital yang baik Maka dari itu santri harus mensosialisasikan bagaimana penggunaan internet yang dapat mengurangi kedekatan antar manusia, semula hubungan antar manusia menjadi baik dengan saling bertemu dan bersenda gurau, kini semua menjadi minim. Tehonologi menjadikan manusia semakin malas. Maka solusinya adalah dengan terus melestarikan budaya lama seperti tahlilan, yasin dan itu, santri harus siap dalam memimpin dan melestarikan budaya lama yang baik dan mengadakan budaya baru yang lebih baik. Seperti contoh saat ini tengah hadir pesantren virtual, dimana hal ini membantu masyarakat luas mendapatkan bimbingan agama. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID eEAlUFRMV43eTq4jh0M43A6Yb5EjW8Qztt2OC10PniBt9-ma0s_ycw== Home Jawa Timur Kamis, 08 Juni 2023 - 1215 WIBloading... Srikandi Ganjar Jatim menggelar pementasan puisi, drama, dan musikalisasi puisi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu 7/6/2023. Foto/Dok. SINDOnews A A A MALANG - Relawan Srikandi Ganjar terus merangkul para milenial untuk mengembangkan kreativitas di bidang kesenian. Mereka pun melakukan berbagai kegiatan di beberapa wilayah di ini, Srikandi Ganjar Jatim menggelar pementasan puisi, drama, dan musikalisasi puisi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu 7/6/2023. “Untuk menyukseskan pergelaran tersebut, kami menggandeng Teater Tutur Doa, salah satu komunitas kesenian di Kota Malang,” kata pengurus Srikandi Ganjar Jatim Adinda mengatakan peserta yang hadir dan tampil sangat antusias. Puluhan pemuda dan pemudi dari berbagai kalangan di Kota Malang ikut meramaikan acara ini."Alhamdulillah antusiasme peserta yang cukup baik. Kami ingin para milenial dapat meningkatkan softskill generasi milenial terutama di bidang kesenian," ujar perempuan berusia 21 tahun Ganjar mendorong perempuan milenial terus mengikuti perkembangan zaman dengan terus mengembangkan potensi mereka melalui seni. "Karena berkembangnya zaman, kita harus dapat mengembangkan minat dan bakat perempuan dalam berkesenian," mengatakan kegiatan ini juga menjadi wadah dan ruang bagi generasi muda perempuan untuk terus berkreasi dan mengekspresikan diri. Selain itu, mereka juga mementaskan drama yang membahas tentang sosok capres Ganjar sekaligus menyosialisasikan Ganjar kepada para peserta. Adinda berharap Ganjar Pranowo dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas seni. "Pak Ganjar adalah sosok yang berwibawa, humble, dan bisa menaungi seluruh lapisan masyarakat, terutama para perempuan milenial," Nanda, peserta pementasan musikalisasi puisi menyambut positif pergelaran kesenian ini. mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Malangkucecwara ini mengatakan, kegiatan ini makin meningkatkan potensinya dalam kesenian."Kegiatan hari ini seru, bisa bertemu teman baru. Ini tempat buat kami untuk menyalurkan minat, bakat, dan potensi kami di bidang seni," berusia 19 tahun itu berharap pementasan drama dan musikalisasi puisi tersebut dapat digelar di beberapa daerah. Erwina menilai sosok Ganjar kerap turun langsung ke masyarakat dan menjawab keresahan masyarakat. Dia juga berharap Ganjar Pranowo dapat menjadi presiden 2024-2029. "Pak Ganjar baik, humble kepada masyarakat, dan suka blusukan. Semoga bisa jadi the next president Indonesia," ungkapnya. poe seni dan budaya baca puisi drama milenial kota malang Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 26 menit yang lalu 49 menit yang lalu 52 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu